Aaron Beck: psikiater yang memulai CBT
Aaron T. Beck (1921–2021) adalah psikiater Amerika di University of Pennsylvania. Pada awal 1960-an ia memperhatikan bahwa orang yang suasana hatinya murung punya pikiran negatif yang cepat tentang diri sendiri, dunia, dan masa depan, dan bahwa memeriksa pikiran itu dengan fakta bisa membantu. Gagasan itulah yang kemudian menjadi CBT (cognitive behavioural therapy).
Poin penting
- Beck bergabung dengan departemen psikiatri Penn pada 1954 dan menerbitkan makalah pertamanya tentang pikiran dan depresi pada 1963.
- Pikiran cepat dan tak direncanakan yang terus ia dengar dari pasiennya ia sebut “pikiran otomatis”.
- “Triad kognitif”: pandangan negatif tentang diri sendiri, dunia, dan masa depan.
- CBT mengajakmu menguji pikiran dengan bukti, bukan memaksakan diri berpikir positif.
Siapa Aaron Beck?
Aaron Temkin Beck adalah psikiater asal Amerika Serikat. Ia bergabung dengan Departemen Psikiatri University of Pennsylvania pada 1954 dan tetap terhubung dengannya sepanjang kariernya. Pada 1994 ia mendirikan Beck Institute bersama putrinya, psikolog Judith Beck, untuk melatih para klinisi dalam pendekatan yang ia kembangkan. Ia meninggal di rumahnya di Philadelphia pada 1 November 2021, dalam usia 100 tahun.
Beck dididik dalam psikoanalisis, pendekatan utama dalam psikiatri pada masa itu. Penelitiannya sendirilah yang kemudian membawanya menjauh dari sana.
Apa yang ia perhatikan?
Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, Beck meneliti suasana hati yang murung. Saat mendengarkan orang-orang yang ia temui, ia terus mendengar jenis pikiran yang sama: cepat, tak direncanakan, dan keras. “Aku selalu salah.” “Tidak ada yang menginginkan aku di sana.” “Ini tidak akan pernah berubah.” Sering kali orang tidak sepenuhnya sadar akan pikiran ini sampai ditanya, padahal pikiran itu tampaknya membentuk perasaan mereka.
Beck menyebutnya pikiran otomatis. Pada 1963 ia menerbitkan makalah tentang pikiran dan depresi yang menggambarkan pikiran-pikiran ini beserta pola kekeliruan yang ada di dalamnya.
Ia mengelompokkan isi pikiran itu ke dalam tiga bidang, yang ia sebut triad kognitif:
- diri sendiri: “Aku tidak berguna”
- dunia dan orang lain: “Tidak ada yang peduli”
- masa depan: “Akan selalu begini”
Bagaimana itu menjadi CBT?
Langkah Beck adalah melihat pikiran sebagai dugaan yang perlu diperiksa, bukan sebagai fakta. Bersama orang yang ia dampingi, ia melihat bukti yang mendukung dan yang tidak cocok dengan sebuah pikiran, lalu mencari cara pandang yang lebih adil. Ia juga mendorong eksperimen kecil dalam kehidupan sehari-hari, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Digabung dengan metode perilaku, seperti merencanakan aktivitas dan menghadapi ketakutan secara bertahap, pendekatannya dikenal sebagai cognitive behavioural therapy (CBT). Buku yang ia tulis bersama rekan-rekannya pada 1979 menguraikan metode ini langkah demi langkah, dan buku itu membentuk cara CBT diajarkan sejak saat itu.
Apa gagasannya, dengan kata-kata sederhana?
Beberapa poin dari karya Beck muncul di hampir setiap latihan CBT:
- Perasaan mengikuti pikiran tentang suatu kejadian, bukan kejadian itu sendiri. Dua orang bisa mengalami penolakan yang sama dan merasakan hal yang sangat berbeda, tergantung apa artinya bagi mereka.
- Pikiran bisa diuji. Pertanyaannya bukan “Apakah ini pikiran positif?”, melainkan “Apa kata buktinya?”
- Kekeliruan berpikir berulang. Beck menggambarkan pola seperti menarik kesimpulan besar dari satu kejadian (generalisasi berlebihan), hanya melihat bagian yang buruk (filter mental), dan memperkirakan yang terburuk (meramal masa depan). Penulis-penulis sesudahnya, di antaranya muridnya David Burns, menyusun daftar pola ini yang kini dikenal banyak orang sebagai jebakan pikiran.
- Tindakan kecil juga mengubah suasana hati. Melakukan sesuatu, bahkan saat kamu sedang tidak ingin, memberi pikiranmu informasi baru.
Apa sumbangan penelitiannya?
Beck adalah peneliti sekaligus klinisi, dan ia ingin gagasannya diuji. Pada 1961, bersama rekan-rekannya, ia menerbitkan kuesioner untuk mengukur seberapa murung suasana hati seseorang, Beck Depression Inventory, yang menjadi salah satu alat ukur paling banyak dipakai di bidangnya. Pada 1970-an kelompoknya menjalankan beberapa uji terkontrol pertama untuk pendekatan kognitif, dan dalam dekade-dekade berikutnya para peneliti di seluruh dunia menguji CBT untuk kecemasan, serangan panik, kekhawatiran, dan masalah lain. Kebiasaan menguji dan mengukur sebelum dan sesudah inilah salah satu alasan CBT begitu banyak diteliti sekarang.
Contoh singkat
Bayangkan seseorang mengirim pesan kepada temannya dan tidak mendapat balasan sepanjang malam. Pikiran otomatisnya mungkin: “Dia kesal sama aku. Aku selalu merusak pertemanan.” Dalam istilah Beck, satu pikiran itu menyentuh ketiga bagian triad: pandangan tentang diri sendiri (“aku merusak”), tentang orang lain (“dia kesal”), dan tentang masa depan (“selalu”).
Memeriksanya berarti bertanya: apa buktinya dia kesal? Pernahkah dia diam sebelumnya karena alasan lain? Apa yang akan aku pikirkan kalau seorang teman menceritakan hal ini kepadaku? Pikiran yang lebih adil mungkin: “Aku tidak tahu kenapa dia belum membalas. Dia sering sibuk kalau malam, dan obrolan terakhir kami menyenangkan.” Faktanya tidak berubah, tetapi perasaannya biasanya berubah.
CBT itu bukan apa?
Beberapa salah paham sering muncul:
- CBT bukan berpikir positif. Tujuannya adalah pikiran yang akurat, yang kadang tetap saja menyedihkan.
- CBT tidak mengatakan bahwa semua masalahmu hanya ada di kepalamu. Masalah nyata butuh solusi nyata; CBT juga memakai pemecahan masalah yang praktis.
- CBT tidak hanya membahas masa lalu. Pendekatan Beck sebagian besar melihat apa yang membuat sebuah masalah bertahan saat ini, dan memakai latihan di antara sesi.
Di mana karyanya bisa kamu lihat sekarang?
Catatan pikiran adalah contoh yang paling jelas: tulis situasinya, pikiran otomatisnya, dan seberapa kuat kamu meyakininya, lihat buktinya, lalu tulis pikiran yang lebih seimbang. Catatan ABC memecah rangkaian yang sama menjadi langkah-langkah awalnya, dan Pertanyaan Sokratik adalah pertanyaan yang diajukan metode Beck tentang sebuah pikiran.
CBT adalah salah satu pendekatan yang paling banyak diteliti untuk kecemasan dan suasana hati yang murung, dan NHS memasukkannya ke dalam psikoterapi bicara (talking therapies) yang dapat membantu keduanya. Bukti itu menyangkut CBT yang diberikan dan diteliti dalam uji klinis. ThinkGO memakai teknik yang pertama kali dijelaskan oleh Beck dan rekan-rekannya sebagai latihan bantu diri; ThinkGO bukan terapi, dan tidak menggantikan terapis, dokter, atau diagnosis.
Coba
Segera di App Store: Januari 2027
Sumber
- Death of Aaron T. Beck, MD. Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, 2021.
- Beck, J. S., & Fleming, S. (2022). Aaron (Tim) Beck, MD. BJPsych Bulletin.
- Beck, A. T. (1963). Thinking and depression: I. Idiosyncratic content and cognitive distortions. Archives of General Psychiatry, 9(4), 324–333.
- Beck, A. T., Rush, A. J., Shaw, B. F., & Emery, G. (1979). Cognitive Therapy of Depression. Guilford Press.
- Cognitive behavioural therapy (CBT). NHS.
Setiap sumber dibuka dan diperiksa oleh seseorang sebelum tulisan diterbitkan.